Immunology, The Art Of War #1: Curhat Kuliah ‘n German E.coli Outbreak

Sebut aja Ebola, Yersinia pestis, HIV, H5N1… Bisa dibilang di sini kita mempelajari strategi perang, modus operasi senjata biologis, dan seluk beluk bioterorisme! Sang Profesor benar-benar memukau dengan kuliahnya! Walaupun nyaris nggak paham dengan semua materi yang disajikan (^^”), yang jelas ada satu hal penting yang berhasil aku pelajari: Imunologi tuh, subhanallah, SUPERKEREN!(^o^)

Badan kita ibarat benteng yang dijaga pasukan khusus bernama sistem imun, sedangkan kuman-kuman patogen adalah musuh yang bisa menyerang setiap saat. Mendeskripsikan perang antara sel imun dengan kuman… lumayan sulit! (–”) karena kompleksitas dan kecanggihan mekanismenya!(^o^) Yang kita pelajari tuh mulai dari sumsum tulang dan Tymus yang fungsinya mirip akademi militer, terus sel-sel imun yang beredar seperti intelijen, sitokin yang seperti sandi-sandi rahasia untuk komunikasi, sistem komplemen yang mirip shotgun… banyak banget deh! Dan tentunya yang nggak ketinggalan buat dipelajari, akal licik para kuman buat menginvasi tubuh dan melakukan sabotase! (Misalnya strategi Kuda Troya-nya Mycobacterium tuberculosis yang sudah lama melegenda, baik Kuda Troya-nya maupun M.tb-nya^^)

Unik banget cara mereka bekerja! Ambil contoh kasus E.coli strain O104:H4 yang baru-baru ini mewabah di Eropa. Konon, bakteri ini resisten terhadap 8 kelas antibiotik, plus mampu menghasilkan toksin sejenis Shiga-nya Shigella dysenteriae. Toksinnya dikatakan menyerang sel-sel ginjal (kalo nggak salah berikatan dengan Gb3 pada endotel ginjal, lalu mengahambat sintesis protein sel) sehingga mengakibatkan haemolytic-uremic syndrome (HUS). Dan yang jadi magic bullet para dokter adalah Eculizumab, sejenis antibodi yang bekerja menghambat sistem komplemen (C5). Buatku ini strategi perang perang yang nggak logis. Ibaratnya kita menarik mundur pasukan, sementara musuh masih bebas berkeliaran nge-bom kita pake toksin bertubi-tubi. Ajaibnya, kondisi pasien diberitakan mengalami perbaikan secara drastis! Hah, kok bisa??? Pas aku baca-baca lagi, Eculizumab tu memang terbukti ampuh buat mengatasi HUS pada pasien Paroxysmal Nocturnal Haemoglobinuria (PNH). Tapi pake Eculizumab buat pasien PNH memang masuk akal. Pada penderita PNH, HUS-nya terjadi karena mutasi genetik protein membran sel yang bikin rentan terhadap aktivitas C5, jadi wajar dong kalo pake obat yang kerjanya menghambat C5. Lha kalo infeksi O104:H4? (Humm, masi ada missing link dalam mekanismenya… Nanti lah dicari. Kuliah masi panjang dan ujian masi jauh! Hehe..)

Nah, satu lagi PR besar dalam kasus O104:H4 ini adalah karakter kuman yang makin heboh memproduksi toksin kalo kita bom pake antibiotik. Dengan kata lain, penggunaan antibiotik diperkirakan bakal memicu produksi toksin secara berlebihan hingga level yang sangat berbahaya. Kebetulan, strain ini kebal segala jenis antibiotik, jadi (untuk sementara ini) kita nggak dibikin pusing mikirin cara mengatasi komplikasi terapi antibiotik.(T.T) Tapi…gimana dengan eradikasi kuman? Terus, gimana kalo kuman lain yang juga resisten berbagai jenis antibiotik digarap pake mekanisme serupa, bisakah?

Kasus O104:H4 ini menarik buat dipelajari. Penderita HUS diobati dengan Eculizumab atas biaya pemerintah Eropa. Sementara itu, kumannya sendiri sedang dianalisis DNA-nya, dengan mengetahui basis genetiknya diharapkan kita lebih memahami cara kerja sekaligus cara mengatasinya. Humm, gimana ya perkembangannya sekarang?

Semoga wabah ini nggak menyebar sampe Asia, apalagi Indonesia. Buat pencegahan, Kementrian Kesehatan RI udah berkoordinasi sama BPOM, Departemen Pertanian, juga Kantor Kesehatan Pelabuhan. (Sayang banget dulu nggak sempet dapet kuliah Kesehatan Internasional, jadi nggak seberapa ngerti prosedur beginian.) Di kolom pro-kontra harian Republika, Ketua Kadin bilang ”nggak perlu kuatir” dan ”pembatasan impor malah akan merugikan Indonesia, memberatkan bisnis makanan”. Yah, kacamata orang bisnis. Aku sih lebih sepakat dengan pendapat seorang pengurus YLKI, minimal ada ”uji sampling untuk jamin keamanan konsumen”. Ngeri rasanya ngebayangin penyebaran penyakit infeksi di Indonesia. Karena densitas populasinya, juga karena kondisi sosial-ekonomi dan pendidikan rakyatnya. Lagian, kalo sampe wabah ini masuk Indonesia, apa pemerintah sanggup nanggung harga Eculizumab yang konon dinobatkan Forbes sebagai single drug termahal di dunia? (harganya untuk perawatan tiap pasien $54.000 per bulan… T.T, bakalan jadi ”harta rampasan perang”-nya perusahaan farmasi Eropa!^^)

Referensi

Marian Turner. German E. coli outbreak caused by previously unknown strain. Published online 2 June 2011<http://www.nature.com/news/2011/110602/full/news.2011.345.html>

Marian Turner. German E. coli outbreak leads to drug trial. Published online 27 May 2011. <http://www.nature.com/news/2011/110527/full/news.2011.332.html>

Marian Turner. Microbe outbreak panics Europe. Published online 7 June 2011. <http://www.nature.com/news/2011/110607/full/474137a.html>

Benjamin Estrada. Escherichia Coli 0157: H7- Induced HUS: New Treatments on the Horizon. Posted 04/01/2000 <http://www.medscape.com/viewarticle/410049>

TV Rao. SHIGA TOXINS IN E.COLI O104 H4 <http://www.slideshare.net/doctorrao/ecoli-o104-h4-shiga-toxins>

Jane Salodof MacNeil. Eculizumab Could Be Paroxysmal Nocturnal Hemoglobinuria Breakthrough. Dec. 13, 2002 <http://www.medscape.com/viewarticle/446336>

Janis Wyrick-Glatzel, MS, MT(ASCP); Joan K. MacDonald, MS, ARRT(N); Jau-Jiin Chen, PhD, RD. Paroxysmal Nocturnal Hemoglobinemia: A Molecular Definition of the Clinical Biology of the Disorder.  Posted 04/26/2006. <http://www.medscape.com/viewarticle/529928>

Hemolytic-uremic syndrome. <www.wikipedia.com>

Eculizumab. <www.wikipedia.com>

Harian Republika (nggak nyatet judul n tanggalnya..^^)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: