Balada Triage Pertama

Pertama kali jaga Triage IRD. Jumat, 10 Feb 2012. Shift 2, pukul 14.30 – 22.00.

Waktu itu aku sedang memeriksa benjolan kemerahan pada lengan seorang ABG ketika perhatianku teralihkan oleh seorang wanita berusia 30-an berbalut daster dan ibu paruh baya yang mengikutinya, mereka melenggang masuk begitu saja ke dalam bilik periksa. Aku meminta pasienku untuk menunggu sebentar, lalu mendatangi kedua wanita itu.

“Maaf ibu, ada yang bisa  saya bantu?”

“Selamat malam dokteeerrrr!!” Wanita yang lebih muda menyapaku sumringah, sambil mengulurkan tangan. Aku pun menyalaminya sambil tersenyum.

“Selamat malam. Ada yang bisa saya bantu, Ibu?”

“Waaaah, saya kemaren punya tetangga baru juga lho dokter,” balasnya.

Aku pun langsung paham apa masalah pasien baruku ini. Aku, masih tetap tersenyum, mengangguk singkat kepadanya, lalu bertanya pada ibu paruh baya yang mengantar, “Apa ibu sudah mendaftar di loket depan? Ada form putih-nya, Bu? Coba saya lihat…”

“Dokteeeerrr…. Dokter cantiiiiiiiik sekali!!!”

Terjadi sangat cepat, dia menarik tanganku, lalu terasa hangat di regio temporal kananku….

“Waaaaaaah!” ibu si ABG yang tadi aku periksa spontan menjerit kaget, “Dokternya dicium!!!” Dan aku melihat si ABG  berusaha mengubah tawanya jadi cengiran sopan.

***

Di triage rumah sakit, tumpah-ruah segala problem menyangkut kesehatan atau jiwa manusia yang harus disolusikan segera. Beberapa pasien juga disertai problem ekonomi, sosial, dan administrasi yang perlu dipertimbangkan. Dan kita harus “fokus pada semua problem”, tanpa panik.

Pasien-pasien dan keluarganya tidak tahan duduk mengantri di kursi tunggu. Mereka gelisah berdiri mengelilingi meja periksa, belasan orang ingin segera dilayani, sementara kita sedang menangani pasien lain. Benar-benar situasi yang tidak nyaman. Dan kita harus berjuang agar tetap konsen, melayani semua dengan ramah, bahkan walaupun kita kesal dan lelah.

Memilah pasien, membuat judgement dan keputusan dalam waktu singkat. Menghadapi komplain, mempertahankan pendapat, dan mempertanggungjawabkan tindakan. Dan karena itulah kita wajib belajar, kapanpun, di manapun, bagaimanapun, dengan siapapun.

Ada banyak tipe manusia di IRD. Alangkah senangnya jika semua orang bersikap baik, pengertian, dan kooperatif.  Tetapi faktanya, kita ini lebih sering berhadapan dengan pencemas, si panik, pemarah, oportunis, egois,  bossy, si cuek bebek. (Hummm, kita nih termasuk tipe yang mana ya?^^’) Larut sedikit saja, kita bisa terinduksi gejala depresi, anxiety, ikut panik, marah, atau cemas. Terungkaplah segala “defek kepribadian” kita. (Astaghfirullah.) Berharap akan selalu ingat, bahwa kita adalah “dokter”, dan “mereka” adalah pasien. Saat menghadapi orang-orang ini, bersikaplah sebagaimana seorang “dokter”.

Itulah hal-hal yang membuat jaga triage “istimewa”, bahkan “strangely exciting”!^^ Satu-satunya yang berat di hati adalah rasa takut berbuat dzalim, entah kepada pasien, keluarganya, rekan sejawat, paramedis, atau siapapun. Tapi, rasa takut yang mendominasi tidak akan membawa kita maju. Rasa takut itu perlu; Rasa takut yang berimbang dengan “harap”. Berharap kita ini menjadi rahmat bagi orang lain.

Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. [Al Ma’idah:32]

“Sesungguhnya orang yang paling dicintai di sisi Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kegembiraan yang diberikan kepada orang lain, mengatasi kesulitannya, melunasi hutangnya, dan mengusir rasa laparnya. Bahwa aku berjalan untuk memenuhi kebutuhan saudaraku lebih aku sukai daripada aku beri’tikaf di masjidku ini sebulan penuh.” [Al Hadits]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: