Unbearable, Impuls untuk Bertanya

‘There are no foolish questions, and no man has become a fool until he stops asking questions.’ — Charles P. Steinmetz * Bertanya Sebagai Media Mencari Ilmu oleh Jalaluddin Rakhmat  Advertisements

Ketika Si Dokter Dibilang Cantik

Hal yang diapresiasi oleh pasien dari dokternya tu biasanya tentang keramahannya, kebaikan hatinya, atau kepandaiannya mengobati. Bagaimana kalo pasien bilang dokter-nya cantik? Belajar dari pengalaman, itu hanya terjadi pada 3 kondisi:

Ramadhan si PPDS Junior

Ya Allah, ada satu kado Ramadhan yang benar-benar aku inginkan: akhlak yang baik. *** Lebih sadar dari siapapun, bahwa ini adalah deteriorasi. Semua energi, pikiran dilahap oleh dinding-dinding rumah sakit, hanya menyisakan kelelahan.  Lalu entah sejak kapan, tiap hari hanya rutinitas berlalu cepat, nyaris tanpa hati. Ah ya, hatiku.. ada di mana sebenarnya? Tidak pada … Continue reading

Balada Triage Pertama

Pertama kali jaga Triage IRD. Jumat, 10 Feb 2012. Shift 2, pukul 14.30 – 22.00. Waktu itu aku sedang memeriksa benjolan kemerahan pada lengan seorang ABG ketika perhatianku teralihkan oleh seorang wanita berusia 30-an berbalut daster dan ibu paruh baya yang mengikutinya, mereka melenggang masuk begitu saja ke dalam bilik periksa. Aku meminta pasienku untuk … Continue reading

Honeymoon di Neuro

Hari-hari pertama PPDS Neuro, klik dan baca di link ini. Juga Setelah Honeymoon, Fase Akut PPDS Neuro  🙂

Quran by Heart

“Every Muslim should learn the Quran. My parents told me to learn the Quran before anything else.” Dan aku pun tertegun. Terlebih yang mengucapkannya adalah Djamil, bocah berusia 10 tahun, putra seorang imam sederhana di Senegal.

A Right to Die

just,let,go,sweet,things,peeling,hand,petals,let,go-cfca2a0b902cd59376260710b7596c49_h_large

Hak untuk mati. Begitu sederhana sebenarnya frasa tersebut diterjemahkan secara bahasa. Namun persoalan menjadi rumit ketika hal tersebut dikaitkan dengan otoritas pasien untuk memilih kematian sebagai akhir episode usaha menghadapi kesakitannya. Dalam sebuah artikel Philip R. Muskin yang dimuat dalam JAMA 1998 diketahui bahwa dari hasil survei sebanyak 17% perawat menyatakan pernah mendapatkan request to … Continue reading

Immunology, The Art Of War #1: Curhat Kuliah ‘n German E.coli Outbreak

Sebut aja Ebola, Yersinia pestis, HIV, H5N1… Bisa dibilang di sini kita mempelajari strategi perang, modus operasi senjata biologis, dan seluk beluk bioterorisme! Sang Profesor benar-benar memukau dengan kuliahnya! Walaupun nyaris nggak paham dengan semua materi yang disajikan (^^”), yang jelas ada satu hal penting yang berhasil aku pelajari: Imunologi tuh, subhanallah, SUPERKEREN!(^o^)

I Am Legend

Separo horror, separo action, separo drama. Yang paling berkesan buatku dari film itu bukan visual effect dan scenes-nya yang (menurut movie review) spektakuler, ataupun Will Smith dan aktingnya yang sukses mengeksploitasi emosi penonton, tetapi latar belakang cerita yang bersentuhan dengan dunia medis.

Dokter : visi, mimpi, cita-cita, kisah

Seperti apakah dokter yang baik itu?  Apakah dokter yang jenius, yang tahu tentang segala jenis penyakit? Apakah yang mengabdikan dirinya untuk melayani masyarakat di tempat terpencil? Ataukah yang membaktikan hidupnya untuk pengembangan ilmu Kedokteran? Atau cukupkah dengan merawat pasien di tempat kerja sehari-hari?