September 2012

08/09/12 – Senyum-senyum baca artikel di Medscape nih

Are You Ever Not a Doctor?
Is a doctor always a doctor?
😉

Stress and Recovery in Junior Doctors
Conclusions Overtime work and performance related feedback from supervisors seem to be important work related factors concerning junior doctors’ levels of strain and recovery. In addition, performance feedback from colleagues seems to be a major resource for recovery. The findings have implications regarding work time regulations and the necessity of leadership skill development training regarding feedback talks and fostering a desirable social climate in the healthcare system for the wellbeing of junior doctors.

09/09/12 – Menjadi Dokter yang Baik

Tertarik pada artikel ini..
Compassion and the Art of Family Medicine: From Osler to Oprah

12/09/12 – Laa Tahzan!

“Ersifa, sudah pindah ruang ‘kan?” Ba’da dhuhur beliau menyapa saat berpapasan di mushola.
“Nggih dok.. tapi memang saya masih banyak yang kurang. Maaf dokter..,” teringat bahwa beliau tahu persis gejala hiperhidrosis, asosiasi longgar bertransformasi jadi afasia global, apraxia, dll, yang aku derita saat ujian untuk ‘pindah ruang’ kemarin.
Beliau pun tersenyum-senyum, “Iya, kalau nggak ada yang kurang, ‘kan jadinya nggak perlu sekolah..”
Ajaib, untuk pertama kalinya dalam beberapa hari ini aku ngerasa terhibur!
Ini tidak hanya dalam hal akademik; Bersyukur ada “ujian”, bersyukur ada yang mengingatkan tentang kekurangan & kesalahan kita, bersyukur karena dimaafkan, bersyukur masih bisa merasa “kurang” sehingga mau belajar. Karena manusia itu tidak sempurna.
Jadi, laa tahzan!
*Alhamdulillah, senaaaang punya guru seperti beliau!

22/09/12 – Menjadi Dokter yang Baik #2

Bekal bila ketemu pasien ‘sulit’..

Treating the ‘Patient From Hell’, Medscape 2012
“When dealing with difficult patients, bear in mind that in the profession of medicine, we tend to see people at their worst, not at their best.”
Best Ways to Deal With Noncompliant Patients, Medscape 2009
Noncompliance is dangerous for the patient and frustrating for the physician… Patient refusal to follow a treatment regimen also affects the nation’s healthcare system.

19/9/12 – Dokter, Ke Mana Uang Pemerintah?

“dokter, kata orang dinkes kota saya, mereka nggak punya dana utk biaya RS suami saya di surabaya…. kok bisa ya dok? terus, uang pemerintah kota itu untuk apa?” dengan polosnya ibu penjual ikan itu bertanya.
dan pertanyaan itu berulang 2x pada hari yang sama dari keluarga pasien lain yang juga aku rawat!
dan 2x itu tetep aku nggak tahu gimana hrs ngejawabnya…
*ya Allah….

25/9/12 – Power Para Klinisi

“Saya sengaja pilih kasus ini dalam morning report untuk menunjukkan bagaimana pengurusan jamkesmas yang sulit berdampak pada pelayanan kita: diagnosis & terapi yg tertunda, mempengaruhi outcome pasien.”
Ini hal menarik yang saya pelajari dari guru saya. Kalo ada kunjungan dari ‘pejabat eksekutif’, biasanya kita berusaha bikin impresi bagus untuk para tamu kita itu, misalnya dengan menonjolkan kapabilitas & kompetensi kita. Maka, saya pun takjub dengan manuver guru saya yang justru menampilkan kasus “bermasalah”. Buat saya, ada 2 hikmah yg bs diambil:

#1. Membuka mata para pejabat itu, bahwa ada masalah yang perlu diselesaikan bersama.
Dulu ada yang bilang ke saya, bahwa kehidupan klinisi itu ‘egois’, hanya berkutat pada dirinya dan pasiennya; Berapa jumlah orang yg bisa ditolong oleh klinisi? Paling2 ‘hanya’ sejumlah pasien yg dia tangani. Dalam morning report itu saya ditunjukkan ‘power’ klinisi utk mempengaruhi kebijakan publik. Baru terpikir, ada juga ya cara sperti itu! Mungkin ada forum khusus utk hearing problem2 sperti ini dengan para pejabat, tapi bagaimana beliau memanfaatkan momen utk ‘misi’ tertentu, itu luar biasa!

#2. ‘Memaksa’ kami belajar.^^
Problem pasien begitu kompleks, bagaimana agar kita tetap bisa melayani dgn sebaik2nya dgn berbagai keterbatasan yg ada? Nah, di sini kemampuan kita ‘diuji’. Tertohok-tohok dan hanya bisa tertunduk sepanjang morning report. Bener2 dibikin takluk dgn pertanyaan2 simpel tapi esensial & hal2 detil yang sering terlupakan…T.T

*Guru-guruku ini terlalu keren! Rugi banget kalo nggak belajar dengan bener…>.<

29/9/12 – Mencari Hati

Malam minggu selesai shift jaga, ngobrol sama kakak senior di EEG.. Kakakku itu punya cerita berkesan ttg bagaimana dia berjuang mempertahankan pasien gagal napas di ward. Dan aku pun tanya, “Kenapa mbak sampe melakukan sperti itu?”

“Nggak bisa tahan lihat pasien yang kondisinya begitu dan kita nggak bisa berbuat apa2.. kasihan banget Sif..”
dan tiba-tiba aku melihat diriku tidak punya hati.

Ingin mendengar ceritanya lebih banyak, ingin belajar lebih banyak..
*Kakak2ku, tolong ajari adekmu ini bgmn memperjuangkan px2nya di belantara RS..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: